Puluhan orang syahid dan lainnya terluka dalam pengeboman Israel yang menargetkan kompleks Medis As-Syifa di Jalur Gaza pada Jumat malam . Pihak Zionis mengakui bahwa mereka mengebom sebuah ambulans di depan kompleks medis, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sangat terkejut atas apa yang terjadi.
Direktur Jendral Rumah Sakit di Gaza menjelaskan bahwa ada puluhan orang yang syahid dan terluka dalam penargetan gerbang Kompleks Shifa, ia menambahkan bahwa Israel melakukan pembantaian baru di depan kompleks tersebut.
Roket-roket Zionis mengebom pasien luka-luka yang sedang menuju ke penyeberangan Rafah dengan harapan mendapatkan perawatan di luar negeri, setelah sebagian besar rumah sakit di Gaza tidak dapat beroperasi karena pengeboman Israel.
Direktur Jenderal Rumah Sakit mengatakan pasukan Zionis mengebom konvoi ambulan sebanyak 3 kali hari ini.
Sementara itu, direktur Kompleks Medis Al-Shifa mengatakan kepada Al Jazeera bahwa beberapa tim medis dan paramedis syahid dalam pengeboman Israel di depan gerbang Rumah Sakit tersebut dan diperkirakan 15 warga Palestina syahid serta puluhan lainnya luka-luka.
Dia menjelaskan, konvoi ambulans yang dibom Israel bergerak berkoordinasi dengan Palang Merah ketika roket-roket Zionis menargetkan konvoi ambulans yang membawa orang-orang terluka di 3 wilayah Kota Gaza.
Tentara Israel mengakui bahwa mereka menargetkan ambulans di pintu masuk Rumah Sakit terbesar As-Shifa di Kota Gaza, mereka mengklaim bahwa ambulans tersebut "digunakan oleh kelompok Hamas."
https://www.instagram.com/reel/CzMBLaLs8Ln/?igshid=MWFqZ3ZsNmRhbmp6NQ==
Klip video yang direkam oleh kantor berita Prancis menunjukkan orang-orang terluka dan syuhada berlumuran darah, sementara yang lain tergeletak di tanah akibat intensitas pemboman yang menyasar kendaraan yang diparkir di pinggir jalan.
Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia "sangat" terkejut dengan yang terjadi. Dia menambahkan di akun X nya, "Kami mengatakan lagi bahwa ; Pasien, perawat, Institusi, dan ambulan harus selalu di lindungi setiap saat"
Koordinator Kemanusiaan PBB di wilayah Palestina juga menyatakan sangat "terkejut" karena pengeboman menargetkan pasien yang di jadwalkan untuk di evakuasi di tempat yang lebih aman.
Kementerian Kesehatan Jalur Gaza menyatakan 16 dari total 35 rumah sakit di Jalur Gaza tidak dapat beroperasi, baik karena dibom atau kekurangan bahan bakar untuk mengoperasikan generator nya.
Menurut WHO, tingkat kapasitas keterisian tempat tidur di Rumah Sakit As-Shifa saat ini mencapai 164%.
Sebelumnya hari ini, pasukan Zionis juga mengebom sekitar Rumah Sakit Al-Quds, barat daya Kota Gaza, dan pesawat-pesawat tempur Zionis juga menargetkan rumah sakit Indonesia.
Sejak tanggal 7 Oktober lalu, Zionis Israel terus melancarkan bombardir besar-besaran terhadap lingkungan perumahan, sekolah, masjid, gereja, dan fasilitas-fasilitas sipil penting lainnya di Jalur Gaza, menyebabkan lebih dari 9.000 warga Palestina syahid, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 22.000 orang terluka.
Sumber : Al-Jazeera
.png)
